Sportourism - Mari ke Kepulauan Seribu, Akses Lebih Mudah dan Gampang

SPORTOURISM - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berusaha terus mengembangkan destinasi prioritas yang telah ditetapkan Presiden Joko Widodo. Salah satunya yang dilakukan di Kepulauan Seribu, Jakarta, yang menjadi salah satu destinasi unggulan tanah air.

 

 

PIC Pokja 10 Destinasi Prioritas Kemenpar Kepulauan Seribu dan Kota Tua, Budi Faisal mengatakan bahwa saat ini aksesibilitas ke destinasi Kepulauan Seribu kini semakin mudah dan murah. ” Kini ada alternatif baru yakni melalui Pelabuhan Sunda Kelapa menggunakan Kapal Perintis Sabuk Nusantara 46,”ujar Budi. Kata Budi,  Kapal tersebut bisa menampung dengan kapasitas 144 penumpang dengan tarif Rp.15 ribu termasuk asuransi Rp 3 Ribu.

 

” Ini jauh lebih murah dibandingkan dengan menggunakan Kapal Motor dari Pelabuhan Muara Baru dengan tarif Rp.38,000,”katanya berpromosi. Sementara untuk rutenya, Budi menjelaskan bahwa rute Kapal perintis ini adalah Pelabuhan Sunda Kelapa (pemberangkatan awal) - Pulau Untung Jawa - Pulau Tidung  - Pulau Kelapa, dengan durasi perjalanan selama 4 hingga 5 jam namun sambil menikmati seluruh pulau dan keindahan laut di Kepulauan Seribu.

 

Hal ini jelas akan membuat para pengujung ke Kepulauan Seribu semakin hari semakin banyak yang datang. Apalagi disaat liburan Natal dan Tahun Baru 2016/2017.  ” Oleh karena itu, menyambut tahun baru 2017 paket-paket wisata ke Kepulauan Seribu sudah mulai dijual dengan variasi harga dan aktivitas karena sudah ada akses pilihan menuju Kepulauan Seribu. Terutama paket-paket menghabiskan malam Tahun Baru di Pulau Bidadari dan Pulau Macan. Paket-paket tersebut sudah dijual termasuk harga Ferry dari Marina Ancol,”ujar Budi.

 

Budi juga memaparkan, sebagai area perlindungan terumbu karang, saat liburan wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara tidak semua pulau di gugusan Kepulauan Seribu menawarkan aktivitas bawah laut seperti snorkeling dan diving selam dalam paket tournya. ” Nah, jadi bagi anda yang hobi menyelam, kegiatan tersebut lebih banyak digemari wisatawan di Pulau Sepa dan Pulau Macan. Sementara untuk aktivitas darat wisatawan menggemari kegiatan fotografi, bird watching, menikmati indahnya Sunset di Pulau Rambut,”ujar Budi.

 

Sementara itu, sebanyak 100 Personel aparat kepolisian diterjunkan untuk melakukan pengamanan. Kapolres Pulau Seribu, AKBP Boy Rando Simanjuntak mengatakan, para personil akan disebar di beberapa titik pulau yang menjadi tujuan utama para wisatawan. Tak hanya itu, pengamanan juga akan diperketat terhadap para wisatawan yang akan menyeberang di sejumlah dermaga.

 

"Setiap pulau kami akan menempatkan 3 orang personel. kami juga lakukan patroli keliling menggunakan kapal untuk melakukan pengamanan," ujar Boy. Lanjut Boy, selain untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan yang berlibur di Kepulauan Seribu, pengamanan tersebut juga bertujuan untuk mengantisipasi aksi teror menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Nantinya para personel yang bersiaga akan terus memantau wisatawan yang berlibur agar merasa aman dan nyaman."Iya jadi personel yang bersiaga akan melakukan upaya humanis,”katanya. Saat ini, memang Kepulauan Seribu terus tancap gas terkait memajukan sektor pariwisatanya. Salah satunya dari fasilitas wisata, disiapkan 100 homestay baru untuk wisatawan.

 

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Sumarsono meminta agar pemerintah setempat, Kepulauan Seribu meningkatkan fasilitas pendukung yang dibutuhkan. Tentu, ini akan makin membuat wisatawan nyaman. "Saya ingin Kepulauan Seribu tidak hanya menjadi destinasi nasional tapi wisata kelas dunia dan saya perlu cek arah pembangunan wisata Kepulauan Seribu tersebut," ujar Sumarsono. Soni juga meminta masyarakat setempat berperan aktif dalam pembangunan pariwisata. Dirinya ingin mengkampanyekan gerakan sadar wisata untuk mewujudkan pariwisata internasional.

 

"Agar pengunjung rindu kembali untuk datang. Kalau ini dibikin gerakan sadar wisata saya yakin pariwisata akan berkembang. Saya ingin ada sebuah gerakan sadar wisata tersebut. Nanti secara langsung atau tidak langsung warga menjadi pemandu wisata di Pulau Seribu," jelasnya.Untuk mendukung kebijakan tersebut, Bupati Kepulauan Seribu Budi Utomo sudah meningkatkan fasilitas penunjang pariwisata. Sudah ada 100 izin baru untuk homestay guna melayani para wisatawan yang datang."Tanggal 14 (November) nanti ada rencana penambahan perizinan untuk homestay yang kami akan berikan pada 100 yang sudah memenuhi syarat. Hal ini untuk memenuhi target. PAD tahun 2016 yang ditargetkan Rp 42 miliar, namun saat ini baru tercapai Rp 19 miliar. Semoga nanti tercapai," ujar Budi.