Sportourism - Ini Bentuk Komitmen Penuh PT Angkasa Pura kepada Kemenpar

SPORTOURISM - Keseriusan PT Angkasa Pura II (Persero) untuk terus meningkatkan kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia di tahun 2017 juga terus berlanjut.

 

Salah satu buktinya adalah AP II telah menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk tahun 2017 mendatang terkait peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara.

 

”Muaranya MoU ini adalah dalam rangka mempromosikan serta mengembangkan pariwisata dan perhotelan Indonesia baik di pasar internasional maupun domestik di area 13 bandar udara yang dikelola Angkasa Pura II, kita harus jalankan dengan sinergi,”ujar Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, beberapa waktu lalu.

 

Awaluddin mengatakan, langkah ini juga sebagai bentuk dukungan Angkasa Pura II dan PHRI terhadap program Kementerian Pariwisata (Kemenpar) meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara menjadi 20 juta wisatawan di 2019.Sekadar informasi, Angkasa Pura II juga telah menandatangani MoU serupa dengan Association of The Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita) Jakarta Chapter pada 6 Desember lalu.

 

” Ruang lingkupnya dari kerjasama dengan Asita dan PHRI adalah meliputi pertukaran data dan informasi antara kedua belah pihak yang terkait angkutan udara serta kebijakan pemerintah dan ketentuan lain di bidang usaha perjalanan wisata dan perhotelan,”jelasnya.

 

Awaluddin memaparkan, kerjasama dengan PHRI juga membuat secara otomatis Angkasa Pura II terlibat pada event pariwisata dan perhotelan internasional maupun nasional dan domestik serta memberikan dukungan dalam peningkatan frekuensi kunjungan wisatawan mancanegara alias inbound ke Indonesia khususnya melalui Bandar udara yang dikelola oleh Angkasa Pura II.

 

” Yang terpenting adalah MOU yang kami laksanakan selama 3 tahun ini akan memberikan benefit kepada perusahaan, karena ini menjadi ajang promosi bersama baik dari pihak Angkasa Pura II maupun PHRI,”jelasnya.

 

Benefit lain yang diberikan, masih kata Awaluddin, dalam hal peningkatan pendapatan dari sisi aeronautical dan non aeronautical. “Kami optimistis Angkasa Pura II dapat semakin meningkatkan pergerakan jumlah penumpang di 13 bandara yang dikelola, dengan kerjasama ini. Apalagi dukungan Kementerian Pariwisata khususnya Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam rangka percepatan pembangunan 10 destinasi prioritas sebagai “Bali Baru” dimana Danau Toba salah satu didalamnya, dan salah satu bandara yang kami kelola disana,” bebernya.

 

 

Ada tiga program prioritas yang akan diimplementasikan Kemenpar pada 2017 mendatang, salah satunya adalah konektivitas udara. Konektivitas udara ini menjadi program yang sangat strategis. Demi menyukseskan program prioritas tersebut, Kemenpar melakukan strategi 3 A (Airlines—Airport & Air Navigation—Authorities) yang diawali dengan MoU antara perusahaan penerbangan Indonesia dan asing dengan PT Angkasa Pura I & II dan AirNav Indonesia dalam upaya menambah direct flight (penerbangan langsung) berjadwal melalui pembukaan rute baru, extra flight, maupun flight baru dari pasar potensial serta pemberian incentive airport charge dan pengalokasian prioritas slot di sejumlah bandara internasional di Indonesia. Angkasa Pura II dalam hal ini sudah turut mengambil bagian menyukseskan program prioritas tersebut dengan menjalin kerjasama antar airlines serta institusi pendukungnya.

 

 

Selanjutnya, Angkasa Pura II tidak menutup kemungkinan untuk bekerjasama dengan institusi atau asosiasi yang terkait dengan transportasi maupun hal lain yang sejalan dengan bisnis yang dijalankan perusahaan. “Kami sangat terbuka pada penawaran kerjasama dari asosiasi atau institusi yang inline dengan bisnis kami, karena kerjasama ini membuka peluang untuk lebih mengembangkan bisnis kami yang sudah ada saat ini,” imbuh pria yang biasa disapa Awal itu.

 

Angkasa Pura II adalah BUMN di bidang pelayanan jasa kebandarudaraan dan pelayanan jasa terkait bandar udara di wilayah Indonesia Barat. Angkasa Pura II telah mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah Republik Indonesia untuk mengelola dan mengupayakan pengusahaan Pelabuhan Udara Jakarta Cengkareng yang kini berubah nama menjadi Bandara Internasional Jakarta Soekarno-Hatta serta Bandara Halim Perdanakusuma sejak 13 Agustus 1984.

 

 

Saat ini Angkasa Pura II mengelola 13 bandara yakni Soekarno-Hatta (Jakarta), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Kualanamu (Medan), Supadio (Pontianak), Minangkabau (Padang), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Husein Sastranegara (Bandung), Sultan Iskandarmuda (Banda Aceh), Raja Haji Fisabilillah (Tanjungpinang), Sultan Thaha (Jambi), Depati Amir (Pangkal Pinang) dan Silangit (Tapanuli Utara). Semntara penandatanganan MoU ini dihadiri oleh Direktur Pelayanan dan Fasilitas Bandara Angkasa Pura II Ituk Herarindri yang merupakan perwakilan dari Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, dan Ketua Umum PHRI Hariyadi B Sukamdani, disaksikan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya.